Kawan-kawan, beberapa waktu yang lalu saya sudah tuliskan tentang ciri wiraniaga profesional yang belum sempat rampung. Baiklah saya lanjutkan lima ciri selanjutnya dari 9 ciri wiraniaga profesional. Oh, iya. bagi yang mungkin belum sempat baca tulisan sebelumnya silahkan baca dulu di sini. Apa yang saya tuliskan ini saya rasa sangat penting untuk diketahui oleh para calon wiraniaga sebagai bekal sukses dalam usahanya di massa mendatang. Kiranya tak perlu berpanjanglebar, berikut langsung saya paparkan lima ciri yang selanjutnya.
5. Komunikatif dalam negosiasi
Komunikasi seringkali menjadi penentu dalam banyak hal, terutama dalam perdagangan/bisnis. Sekali saja kita melakukan kesalahan dalam komunikasi akan bisa berakibat fatal. Karenanya kita dituntut agar berhati-hati dalam setiap komunikasi. Tentang pentingnya komunikasi juga pernah saya paparkan di sini. Negosiasi seringkali menjadi penentu dalam jual-beli. Barang yang sebenarnya kurang bagus bisa menjadi laris terjual asalkan kita pintar dalam bernegosiasi. sebaliknya barang yang berkualitas tinggi atau sangat bagus bisa menjadi tidak laku karena kita salah dalam setiap negosiasi. Saya kira kita sepakat dengan pendapat saya ini.
Gampang saja contohnya, tak ada pedagang yang akan mengatakan jelek kepada barang yang dijualnya, kecuali barang itu hanya sebagai umpan/pembanding. penjual ayam di pasar tradisional tak akan pernah mengatakan jika ayam yang dijualnya sulit bertelor kan? Bahkan kadang seorang penjual tak akan membicarakan barang yang akan dijual, namun membicarakan hal lain yang sesungguhnya mengarah pada barang dagangannya. begitulah. he.he..
6. Ramah dalam pelayanan
Pernah masuk kantor sebuah bank? Jika pernah, apakah Kawan sempat memperhatikan pelayanan yang diberikan oleh masing-masing pegawai bank? Yups. Saya sungguh salut kepada pegawai bank tertentu yang begitu ramah melayani nasabah. Mereka tak duduk di kursi jika nasabah juga tak duduk. Bahkan saat menerima telepon masuk, mereka selalu memohon ijin untuk sebentar menerima telepon. Pun jika kita lupa membawa foto copy KTP, mereka akan bersedia memfotocopykannya dengan segera. Bahkan mengisi biodata nasabah pun mereka akan melayani dengan sangat ramah. Namun ada juga beberapa bank yang akan meminta kita memfoto copy KTP dulu yang kadang letaknya jauh dari lokasi bank. Lebih nyaman yang mana kira-kira dari peayanan tersebut?
7. Santun dalam penampilan
Penampilan sangat penting dalam banyak hal, bukan hanya dalam urusan bisnis. Jika suatu saat kawan berkunjung ke rumah pacar (misal lho, hanya misal) lalu untuk melihat waktu terpaksa harus mengeluarkan hp seri terlawas yang ada di katong celana, kira-kira bagaimana kesannya? Akankah berbeda jika Kawan lalu sedikit menggulung lengan panjang dan melihat jam tangan yang mengkilap? Nah, itu contoh kecil efek dari penampilan.
namun bukan kemewahan dalam berbusana yang saya maksudkan. Rapi dan bersih saya rasa sudah cukup. Kawan, kita ini sudah dianugerahi badan yang begini sempurna. Jika tak kita urus dengan benar, sungguh seakan kita menyia-nyiakan pemberian Tuhan. betul kan? Boleh lah kita kurang cakep dalam hal wajah dan kurang tegap dalam body. namun jika kita kemas dengan senyum dan penampilan yang menawan, saya kira akan memberi nilai lebih ketimbang yang ganteng/cantik namun awut-awutan dalam berdandan.
Sekarang ini banyak kita lihat, bahkan penjual bakso atau warung-warung kecil yang omsetnya tak begitu besar telah berani memberi seragam kepada pelayannya yang kadang hanya satu atau dua orang saja. Meski hanya sebatas kaos, hal itu akan memberika efek tersendiri daam usahanya. Oh, iya,saya sarankan Kawan untuk membaca artikel ini juga; pentingnya baju seragam untuk membangun kepercayaan pelanggan. Sebenarnya banyak kisah nyata dalam hal pentingnya penampilan, jika ada yang tertarik akan saya ceritakan lain kesempatan.
8. Menciptakan transaksi
Apa tujuan utama bisnis/wiraniaga? tak lain adalah terjadinya sebuah transaksi. Dan transaksi tak bisa terjadi begitu saja tanpa kita ciptakan. Karenanya dalam setiap hubungan bisnis, usahakan agar terjadi transaksi/jual beli. Namun perlu diingat bahwa ini perlu sebuah seni. ya, seni menciptakan transaksi. Bisa dibayangkan jika dalam setiap kesempatan bertemu orang kita hanya melulu membicarakan barang yang kita jual, padahal orang yang kita ajak bicara belum membutuhkan dan tak pernah tahu seluk-beluk barang dagangan kita. Bisa dipastikan orang banyak orang yang akan menghindar dari kita dan selamanya kita akan gagal dalam berusaha.
Lalu bagaimana seni menciptakan transaksi? Mungkin, hal ini akan terjawab dengan point yang selanjutnya di bawah ini.
9. Memenuhi kebutuhan pelanggan.
Yups. Dalam bisnis apapun, usahakan agar kita mampu untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Niscaya kebutuhan kita juga akan terpenuhi. Berikan nilai lebih kepada apa yang kita tawarkan, dan jangan paksakan pelanggan yang menyesuaikan kebutuhannya dengan apa yang kita tawarkan. Jika perlu, berikan wawasan kepada pelanggan dan perlu dicatat, jangan banyak menggurui dan jangan pula banyak berdebat dengan calon pelanggan. Saya punya seorang teman penjual buku yang begitu pintar memberikan wawasan mengenai buku apa saja yang dijualnya. Bahkan teman-teman sesama pedagang selalu memanggilnya “Guru”. Tanpa “Pak” ataupun “Mas,” tetapi GURU. Karena kepiawaiannya dalam mengurai banyak ilmu.
Baik kawan-kawanku semua, saya kira begitu uraian saya tentang 9 ciri wiraniaga profesional. Saya berharap apa yang saya sampaikan tersebut akan memberikan kemanfaatan pada kawan semua. Jikalau tidak, itu karena keterbatasan saya yang juga sebagai manusia biasa. Atau mungkin ada yang penasaran dari mana saya mendapat ilmu tersebuat? saya jawab saja; dari sebuah gudang. Ya, saat saya bekerja di sebuah lembaga tertentu, saya menemukan tulisan tersebut dalam kondisi masih terpigura dengan cantik namun tergeletak di sebuah gudang penyimpanan. he.he..
Salam.
