Beberapa tahun belakangan ini investasi dibidang perkayuan Jabon sangat populer sekali karena konon pertumbuhan pohon kayu yang memiliki nama latin Anthocephalus cadamba ini sangat cepat pertumbuhannya dibandingkan dengan kayu keras lainnya termasuk bila dibandingkan dengan kayu sengon (albasia). Jabon juga tergolong tumbuhan pionir seperti pohon sengon, ia juga dapat tumbuh di tanah yang liat, tanah lempung podsolik cokelat, atau tanah berpasir maupun berbatu. Sejauh ini pohon jabon kabarnya juga bebas serangan hama dan penyakit, termasuk karat tumor yang kini banyak menyerang pohon sengon, sehingga kepopulerannya banyak menarik minat dari masyarakat luas untuk berinvestasi sekaligus menjalankan gerakan penghijauan.
Ribuan pemain baru di berbagai daerah mulai berkutat dengan tanah becek berlumpur serta kotoran ternak sebagai pupuk alami untuk melakukan pembibitan yang ternyata cukup mudah untuk dilakukan karena memang tanpa perlakuan khususpun benih pohon jabon akan dapat tumbuh dengan mudah pada segala macam kondisi tanah di negeri ini. Dan Ribuan orang lainnya yang tidak ingin repot menanam benih dari biji lebih memilih membeli bibit yang sudah siap tanam untuk ditanam dilahan lahan perkebunan baik milik perusahaan maupun milik perorangan.
Tidak sampai disitu, mereka yang tidak memiliki kebun dan tanah untuk ditanami pun masih bisa berinvestasi dengan cara menyewa lahan dari masyarakat di daerah daerah yang masih kosong maupun yang sudah cukup padat seperti pinggiran kota kota besar di pulau Jawa dan Sumatera.
Tidak hanya para petani atau mereka yang biasa bekerja dikebun dan sawah saja yang mencoba peruntungan dari pohon yang konon bisa dipanen dalam waktu 5-6 tahun ini, namun hampir semua kalangan termasuk mahasiswa dan pedagang pun banyak yang tergiur untuk berinvestasi jangka panjang ini karena memang investasi ini menawarkan keuntungan yang luar biasa besarnya dengan modal yang bisa dibilang sangat sedikit sekali.
kepopuleran investasi jabon pun membuat banyak sahabat dan teman teman saya bahkan kerabat dan famili saya untuk mencoba peruntungannya pada tanaman yang konon tidak perlu lagi membutuhkan perawatan khusus setelah satu tahun itu. Dari membeli berhektar hektar tanah di daerah Cariu, Sentul dan Sukabumi bagi yang memiliki modal kuat sampai ada yang hanya menyewa lahan dari penduduk disekitar Bogor dan bukit Hambalang yang belakangan ini lagi naik daun karena sedang dibangun Sport Center itu.
Aku jadi teringat akan kepopuleran “Gelombang Cinta” dari tanaman Anthorium beberapa tahun silam yang banyak meninggalkan kepedihan bagi ribuan bahkan jutaan orang dinegeri ini, karena rupa rupanya salah seorang kerabatku bersama beberapa orang sahabatnya yang sudah memiliki beberapa hektar kebun jabon usia 6 tahun sudah mulai frustasi karena selalu ditolak mentah mentah oleh beberapa pabrik pengolahan kayu lapis yang ada di Tanggerang dan beberapa daerah lain seperti di Temanggung Jawa Tengah bahkan di kalimantan Timur.
Menurut pengelola beberapa pabrik pengolahan kayu lapis, kayu jabon tidak bisa dijadikan bahan baku untuk pembuatan multiplek maupun Plywood karena kayu pohon jabon banyak memiliki mata bekas percabangan yang rontok dengan sendirinya seiring semakin besarnya pohon tersebut. Tidak sampai disitu, serat kayu jabon pun terlalu halus dan rapuh sehingga kayu tersebut tidak layak untuk dijadikan bahan pembuat furniture apalagi untuk bahan membangun rumah.
Dan diam diam,,, sudah banyak mereka yang melakukan investasi jabon ini yang merasa gundah serta ketar ketir hatinya membayangkan investasi besarnya akan gagal, bahkan banyak pula yang sudah menawarkan berhektar hektar kebun usia 2-3 tahun milik mereka untuk dijual dengan harga yang sangat murah, namun tidak ada yang mau membelinya.
Ya, selama ini kita hanya mau mendengar kelebihan kelebihannya saja sedangkan menutup telinga dan hati kita ketika diberitahu tentang kekurangannya, padahal sudah menjadi hukum alam bahwa segala suatu itu selain memiliki kelebihan pasti juga memiliki kekurangan tak terkecuali Pohon Jabon.
Wassalam.
Tentang Penulis : Oce Kojiro
Aku adalah angin ... Selalu ada dalam tiada. Sesekali kugelitik pucuk pucuk cemara, atau sekedar bercanda menjatuhkan dedaunan kering.
- Web |
- Google+ |
- More Posts (21)


57 comments
Sailaga
Jun 6, 2012
Jabon itu singkatan dari Jati Kebon ya Mas Oce? Saya lihat banyak jabon yang daunnya pada bolong-bolong. Nah, kalau bunga yang tetep laris hingga sekarang, nampaknya bunga kool (brokoli) ya Mas? he.he..
ocekojiro
Jun 6, 2012
Mungkin lebih tepatnya Jati Ambon mas, hehe
Angger Wisanggeni
Jun 6, 2012
Nice article mas oce, tapi memangnya dulu pernah sempat ada trend investasi pohon jabon ya? dulu saya pernah dengar sih soal investasi pohon sengon dan sempat heboh.
ocekojiro
Jun 6, 2012
Betul mas Angger,,, maraknya investasi jabon baru beberapa tahun ini saja bahkan saat ini masih berjalan. Coba saja brosing di mbah google pasti sederet tawaran investasi untuk menjadi kaya mendadak masih banyak.
Semoga nasibnya tidak seburuk seperti antorium…
ardha primatopan
Jun 15, 2012
maaf artikel anda sangat lucu pak bahkan cenderung menjadikan fitnah karena saya sudah mencoba kayu jabon untuk furniture sangat oke, untuk kayu lapis pun oke,kalau ada yang ditolak silahkan kamis iap menampung kayunya berapapun bahkan ada mitra kami meminta 200 truk per hari asal bisa membawa ke kendal, kalau memang punya pohon jabon kami siap menampung kayunya, berapapun.
untuk furniture kami bahkan sudah melakukan ekspor ke eropa dan jepang
salam
ardha primatopan
081328519551
http://www.bibitjabon.web.id/2011/05/segarnya-laba-dari-panen-kayu-jabon.html
http://www.bibitjabon.web.id/2011/04/beli-log-jabon.html
http://www.jabonkendal.com/tag/furniture-kayu-jabon
Ardha Love Marketeers
Jun 15, 2012
maaf saya mau menanggapi agar berimbang, saat ini kami membutuhkan suplay log kayu jabon sebanyak banyaknya untuk mebel dan kayu lapis, kami etrima di temanggung maupun di kendal dan jepara, kebutuhan sekitar 500 truk sehari, kalau ada yang bisa mensuplay kami siap terima di lokasi
terimakasih
ardha primatopan
081328519551
ds sempu, kec sukorejo, kab kendal
rt2 rw 01
pin bb 3271c35b
email jabonjawa18@gmail.com
http://www.bibitjabon.web.id/2011/04/beli-log-jabon.html
Ardha Love Marketeers
Jun 15, 2012
maaf ada yang punya kayu jabon? bisa dikirim ke alamat kami?
http://www.jabonkendal.com/kayu-jabon-sangat-berkualitas.html
http://www.jabonkendal.com/pemanfaatan-kayu-jabon.html
Ardha Love Marketeers
Jun 15, 2012
Di sebagian kalangan masyarakat, masih banyak yang mempertanyakan mengenai bagaimana sebenarnya kualitas kayu Jabon ini. Hal ini wajar terjadi, mengingat selama ini persepsi masyarakat mengenai kayu industri hasil budidaya masih dikuasai oleh kayu sengon. Dan mengingat adanya beberapa kondisi negatif yang ditemui dalam proses penanaman kayu sengon ini, muncul keraguan akan kualitas kayu jabon.
log hasil tebangan jabon
Di kalangan pedagang kayu pun, ada yang masih takut bahwa tren penanaman kayu jabon ini hanya sekedar permainan pasar oleh cukong-cukong kayu saja. Kondisi ini dilandasi oleh fenomena yang pernah muncul ketika tren tanaman hias Anturium Jenmanii terjadi di tengah masyarakat.
Ketika itu, harga sebuah pohon Anturium Jenmanii bergejolak sangat fluktuatif. Beberapa tanaman bahkan sempat dijual dengan harga yang diluar akal sehat. Mengingat, tanaman Jenmanii bukanlah sebuah tanaman yang memiliki sifat fungsional selain hanya sebagai tanaman hias semata.
Namun perlu diingat kembali, bahwa Jabon bukanlah sebuah komoditi seperti tanaman Jenmanii. Ada nilai ekonomis yang bisa didapatkan dari pembudidayaan tanaman Jabon ini, yang bisa menghilangkan ketakutan akan stigma permainan cukong kayu tersebut.
pengangkutan kayu jabon ke pabrik
Apalagi jika kita mengingat sejarah di masa lalu, di mana tanaman Jabon ini sempat menjadi salah satu jenis tanaman yang sangat dilindungi pada masa penjajahan Belanda. Hal in menjadi bukti, bahwa Jabon termasuk jenis tanaman yang diakui memiliki kualitas dan potensi yang bagus untuk mendukung sektor industri.
Pada saat ini, kayu Jabon merupakan salah satu bahan baku andalan dalam industri kayu lapis. hal ini mengingat karena kayu Jabon memiliki beberapa kelebihan. Seperti bentuk kayu jabon yang lurus, dengan warna kayu teras berwarna putih. Tekstur Jabon yang bervariasi mulai agak halus sampai agak kasar dengan arah serat lurus. Kayu jabon juga terhitung mudah dikeringkan. Dengan pengeringan alami, membutuhkan waktu 38 hari sementara dengan alat pengering dianjurkan menggunakan suhu 57-76,5 derajat.
Kelebihan lain dari jabon adalah, pada saat dikeringkan hanya menimbulkan sedikit cacat berupa pecah dan retak dengan ujung yang sedikit mencekung. Sehingga hal ini menyebabkan tidak terlalu banyak bagian kayu jabon yang terbuang untuk digunakan sebagai bahan pembuat kayu lapis.
kayu jabon siap untuk diolah
Selain itu, jabon juga mudah untuk direkatkan. Perekatan venir kayu jabon dengan menggunakan Lem UF (Ureaformaldehid), menghasilkan kayu lapis yang memenuhi persyaratan standar Indonesia, Jepang dan Jerman. Jabon juga dipilih sebagai bahan baku kayu lapis, karena mudah dikupas. Sudut kupas yang bisa dihasilkan adalah 92o untuk tebal veneer 1,5 mm.
Selain itu, pada saat penanaman kita sudah bisa pula melihat kelebihan tanaman Jabon dibandingkan jenis lain, seperti sengon. Kelebihan yang menunjukkan kualitas Jabon sebagai kayu andalan tersebut adalah ketinggian yang bisa dicapai selama masa penanaman. Pada usia 5 tahun, sebuah pohon Jabon bisa mencapai ketinggian 40-45 meter. Di mana dengan ketinggian tersebut, batang bebas cabangnya mencapai ketinggian 30 meter.
Jika dibandingkan dengan sengon sebagai sesama tanaman kayu budidaya, Jabon masih sedikit memiliki kelebihan. Hal ini bisa terlihat dari tingkat kelas keras di mana Jabon berada di level III-IV, sementara sengon berada di level IV. Demikian pula dalam berat jenis rata-rata kayu. Jabon memiliki berat jenis rata-rata kayu sebesar 0,42 sedangkan sengon hanya 0,33. Jika dibandingkan dengan tanaman Jati Putih yang menjadi favorit masyarakat, Jabon tidak memiliki selisih terlalu banyak karena berat jenis rata-rata kayu pada jati putih adalah 0,44.
Namun dari sekian banyak kelebihan yang dimiliki oleh Jabon, satu hal yang menjadi kelebihan mencolok dari tanaman ini adalah kemudahan dalam proses pembudidayaannya. Kondisi lahan yang dibutuhkan Jabon untuk tumbuh dan berkembang tidaklah terlalu rumit dan membutuhkan situasi yang khusus.
Inilah yang menjadikan semua orang bisa dimungkinkan untuk menanam Jabon pada lahan yang dimilikinya. Baik itu lahan yang subur, maupun lahan yang sudah tergolong kritis. Titik ketinggian lahan juga tidak mempengaruhi proses penanaman, mengingat Jabon bisa ditanam pada lahan yang berketinggian hingga 1200 meter di atas permukaan laut. Itulah mengapa, masyarakat di berbagai wilayah baik di dataran rendah maupun pegunungan, memiliki kesempatan yang sama untuk membudidayakan tanaman Jabon ini. kayu jabon
wong pinter
Jun 15, 2012
gelombang cinta dan jabon. apa hubungannya? ternyata ada juga orang orang cerdas yang menyamakan gelombang cinta dengan jabon, dengan alasan sama sama booming. tapi apakah benar menyamakan kedua jenis tanaman tersebut. kita kupas satu persatu
persamaan :
1.sama sama tumbuhan
2.sama sama daunnya hijau.
perbedaan :
1.gelombang cinta nilai manfaatnya berdasar persepsi semata, sedangkan jabon bisa digunakan sebagai kayu pertukangan, kayu lapis, kertas, papan lamina, mebel,ukiran,pigura,batang korek api,stik ice cream, sumpit, tusuk sate, gebuk maling,kayu bakar,papan cor dsb nya.
2.gelombang cinta saat ini banyak digunakan sebagai makanan kambing,sedangkan kambing kurang suka daun jabon.
etc, dsb
yusep
Jun 15, 2012
propaganda. HAHAHAHAHAHAHAHAHAH
jono
Jun 16, 2012
Ikut nimbrung
1. Sejauh ini pohon jabon kabarnya juga bebas serangan hama dan penyakit, termasuk karat tumor yang kini banyak menyerang pohon sengon __ apa betul bebas hama penyakit? lihat dari perbedaan keduanya, hama dapat menyerang dengan dampak yang relatif tampak (misal: ulat, penggerek) sehingga Jabon maupun Sengon jika terserang hama, akan bisa diatasi secara langsung. sedangkan, penyakit biasanya menyerang tanpa diketahui, baru akan disadari setelah dampaknya dirasakan secara nyata, dan tentunya kalau sudah muncul dampaknya dari “dalam” akan sangat sulit diatasi (contohnya sengon dengan karat puru). tapi sejauh ini, saya sendiri tetap berpegang teguh menaman kayu untuk kebutuhan industri kayu lapis khususnya dari kedua jenis tsb, yaitu sengon dan jabon, meskipun kalau disuruh memilih, saya lebih cenderung memilih jabon.
2. Aku jadi teringat akan kepopuleran “Gelombang Cinta” __ kok dibandingkannya dengan sesuatu yang sangat berbeda? aspek penilaiannya apa? Kalau tanaman kayu, jelas bernilai ekonomis karena kayunya, kalau anthirium, tanpa didorong oleh politik “boom” tentunya tidak akan terdongkrak popularitasnya, karena tidak ada alasan nilai ekonomis yang terkandung didalamnya (menurut saya lo ya). tapi kalau mau kembali mahal, kayaknya anthurium bisa mahal kalau dijadikan bungkus makanan, coba saja dibuatkan “PEPES ARWANA DAUN ANTHURIUM” gabungan HPP yang mahal untuk satu produk, pasti nilai jualnya akan mahal .. (tapi tolong dicermati lagi, apa bisa kita menjual produk tersebut dgn harga mahal? sedangkan nilai manfaatnya sudah jelas tidak ada)
3. Menurut pengelola beberapa pabrik pengolahan kayu lapis, kayu jabon tidak bisa dijadikan bahan baku untuk pembuatan multiplek maupun Plywood __ kata siapa mas? kalau iya, mas ardha, saya mungkin tidak akan berjibaku mencari suplai kayu Jabon dan Sengon, karena pada kenyataannya, industri kayu lapis dari afiliasi kita membutuhkan kok, tapi kalau melanjutkan dari tulisan mas yang ini “banyak pula yang sudah menawarkan berhektar hektar kebun usia 2-3 tahun milik mereka untuk dijual dengan harga yang sangat murah, namun tidak ada yang mau membelinya.” … kayaknya saya juga gak akan tertarik untuk membeli pohon Jabon atau Sengon pada usia tersebut, karena selain belum masuk spesifikasi yang diharuskan, densiti kayu yang terbentuk pun masih sangat muda, belum sesuai, kan Jabon dan Sengon daurnya Anda sendiri bilang 5-6 tahun, kenapa Anda jual usia 2-3 tahun? Tambahan lain, Kayu Jati, setiap orang pasti tahu, bahwa itu kayu mahal, tapi kalau sudah benar2 layak tebang, usianya sudah tua, kalau masih muda, ya tetap saja di bilangnya: “JATI MUDA” yang dipasaran harganya bisa dibawah separonya harga kayu Jati berusia tua. kenapa coba? (jawabannya ada, tapi gak perlu dijawab disini, konteksnya bukan sedang membahas jati)
4. padahal sudah menjadi hukum alam bahwa segala suatu itu selain memiliki kelebihan pasti juga memiliki kekurangan tak terkecuali Pohon Jabon. __ saya respek dengan kata2 yang mas sampaikan pada kalimat ini, tapi kenapa diawal mas terkesan men-judge dengan penyataan yang bertentangan dengan kalimat ini?
5. satu yang lupa, seharusnya diawal: Jati Ambon __ berbeda sekali antara Jabon dan Jati .. dari jenis dan spesies sangat jauh tidak ada sodara atau famili (hehe) .. Jabon sendiri, Jati Sendiri. mungkin banyak yang menyamakan Jabon sebagai sebuah singkatan serupa demikian karena: sama2 pohon kayu, dan kayunya bernilai tinggi. tapi apapun dasarnya, mungkin jika dilihat dari sisi lain, misal lenjang-nya, bohay-nya, ataupun bongsor-nya, kayaknya singkatan JABON, lebih cocok kalau dijadikan kepanjangan: JAnda keBON deh .. hehehehe .. (sorry just kidding)
Oce Kojiro
Jun 16, 2012
@All
Salah satu bentuk ketakutan para ‘pengusaha baik yang sekedar ikut2an maupun terlibat dalam pembesaran/ pembibitan atau cuma makelar memang seperti itu,,, seperti kebakaran jenggot,hehe
Mungkin termasuk saya juga, soalnya ayah saya sudah berinvestasi jabon sejak 5 tahun lalu di daerah Cariu saja sebanyak lebih dari 20 hektar dan 8 hektar diantaranya ditanam dilahan milik keluarga sedangkan sisanya sewa lahan dari penduduk setempat.
Sebenarnya sy juga berharap nasib jabon tidak seburuk nasib ‘gelombang cinta karena menurut perkiraan sy dalam satu dua tahun ini sy bisa jadi milyader…
Salam.
Oce Kojiro
Jun 16, 2012
Oya,,, tentang yang minat dengan kayu jabon memang masih ada dan banyak, diantaranya seperti yg saya sebutkan diatas yaitu untuk membuat berbagai kerajinan dan furniture, namun,,, para pengusaha furnitur selalu menjelek jelekkan kualitas kayu ini yang katanya tidak sebaik kayu jati, atau bahkan jika dibandingkan dg kayu sengon sekalipun, dan dengan ogah ogahan mereka menawar satu pohon jabon diameter lebih dari 60cm dengan harga 70 ribu perak,,, itupun minta dianter ketempat. Gilee beneerr,,,,
jono
Jun 16, 2012
Diamete 60 cm sekarang per kubik harga di temanggung jabon 1,2 jutaan, andai kirim pakai fuso dipotong ongkos tebang 100rb per kubik ongkos angkut 180 rb per kubik masih sisa banyak, namanya tengkulak kalau membeli ya cari untung sebanyak banyaknya donk, hehehe, oya ntar kalau mau jual bisa hub saya di http://www.asatimber.com atau bisa menghubungi mas ardha diatas, sangat lengkap n gak perlu bingung. Jangan jadikan suatu opini yang tidak bedasar fakta di lapangan
rizal
Jun 16, 2012
@jono
Apa benar mas harganya segitu?
Dan tolong berikan nomor yg tdk fiktif. Sy sulit sekali menjual nya dan utk diameter 50cm cuma diberi harga 100rb. Dan harus 3bulan setelah tebang agar kering dahulu.
Jika memang serius sy ada 3 hektar yg siap panen. Terima kasih.
ardha primatopan
Jun 16, 2012
kami siap beli kayu jabon
harga terlampir
DAFTAR HARGA PEMBELIAN KAYU SENGON / KAYU JABON
PANJANG DIAMETER HARGA KETERANGAN
p.130 cm 16-18cm Rp.460rb 1. Harga tsb sampai pabrik
2. Pembayaran cash setelah grade dan bap penyerahan barang
19-24 cm Rp.680rb
25 up Rp.760rb
p.260cm 25-29cm Rp.790rb
30-39 cm Rp.900 rb
40-49 cm Rp.980 rb
50 cm up Rp.1140 rb
NB : PER MEI 2012 HARGA NAIK 10-20 RB PER KUBIK
ketentuan : penerimaan di log pound kami di kendal , semarang dan temanggung
KONTAK KAMI
ARDHA P
HP : 081328519551, 085642892828
HP : 081326008784 (pak Darusman MPD ) General Manager
HP : 081390060626 ( Nurwanto, MBA ) Manager Opsnal
EMAIL : jabonjawa18@gmail.com
PIN BB :3271C3
ds sempu rt 02 rw 01 kec sukorejo kab kendal, jawa tengah
ardha primatopan
Jun 16, 2012
ketentuan modah
1.kayu dipotong
2.dikirim ketempat kami
3.kami grade, ukur, kami bayar
nb : maaf kami hanya menerima di lokasi di log pond kami dalam keadaan sudah potongan 130 dan 260 cm dan kami tidak melayani penebangan di tempat.
terimakasih wassalam
Sailaga
Jun 17, 2012
NB-nya itu yang nggak nguwati. ha.ha.ha….
saya sering lihat di tempat cuci motor, kayu glugu dll se-bak truk disemprot hingga bersih dan kuyup. konon kabarnya akan menaikkan harga. Atau agar kayu tidak susut saat dalam perjalanan?
ocekojiro
Jun 17, 2012
Saya baru perhatiin,,, NB nya kadaluarsa ya om, hehe
ocekojiro
Jun 17, 2012
Apapun kualitasnya, industri kayu akan selalu terserap oleh pasar dan kebutuhannya akan semakin banyak, itu pasti.
Namun yg mau sy garis bawahi dalam tulisan saya ini adalah investasi jabon itu biasa2 saja dan sama seperti investasi lainnya dimana ada kemungkinan juga untuk merugi. Jangan bermimpi dengan modal 30-50 Juta bisa menghasilkan 1,2 milyar hanya dalan 5 tahun.
Landasan utama untuk sukses itu adalah kerja keras,,, bukan hanya ongkang ongkang kaki, Jadi harus ada yg berani memberitahukan dengan jujur kekurangan2 kayu jenis ini, bukan malah ikut ikutan menyembunyikannya dan membuat semakin banyak orang yg tergiur dlm bisnis ini dimana ujung2nya KECEWA.
Saya percaya para Bos kayu yg berkomentar disini bener2 mau menampung /membeli seberpapun banyaknya, begitu juga material, pond ataupun sentra2 industri kerajinan. Tetapi mereka hanya mau terima kayu dalam bentuk jadi. Mereka tdk mau tahu bahwa kayu jabon berdiameter 60cm hanya akan menjadi 40cm saja karena banyak ‘mata yg ada di sepanjang kayu itu dan dalamnya sampai 10cm sehingga bagian luar kayu akan terbuang sia sia atau menjadi kayu bakar saja.
Itulah sebabnya industri berskala besar dengan pangsa pasar ekspor seperti kayu lapis, sumpit sampai tusuk gigi menolak menggunakan kayu ini.
jono
Jun 17, 2012
Hadew sudahlah mas ardha, anda menjelaskan juga percuma di forum ini, hehehe….menghabiskan energi anda saja
Ardha primatopan
Jun 18, 2012
maaf sekedar share pengalaman. kami kemaren mebeli kayu jabon dari daerah jawa timur 1 truk isi 7 kubik berdiameter 40 cm up, kami terima dengan harga 1 juta per kubik atau total 7 juta per truk, menurut pemiliknya ini berasal dari 4 pohon. setelah dipotong ongkos angkutan balen (istilahnya truk habis kirim ke jatim,pulangnya daripada kosong bawa kayu ) 1 juta, dan biaya tebang 70 rb per kubik dan biaya skau dana dm 200 rb, ongkosnya 1,9 juta
jadi hasil bersih 4 pohon ini 7 juta-1,9 juta = 5,1 juta untuk 4 batang pohon, atau dirata rata sekitar 1,2 juta rupiah per pohon, jadi kalau ada diameter 60 cm dibayar 100 rb……wooooooooowww….alangkah banyak ya laba sang makelar atau tengkulak, andai saja bapak bapak punya kayunya terus ditebang sendiri dan dibawa ketempat kami insyaallah akan mendapat hasil yang lumayan.
hormat kami
ardha primatopan
081328519551
ds sempu, kec sukorejo, kab kendal
rt2 rw 01
pin bb 3271c35b
email jabonjawa18@gmail.com
http://www.bibitjabon.web.id/2011/04/beli-log-jabon.html
andi
Jun 18, 2012
Pintar bañget,,,
Pake otak dong,,, seharusnnya dibuañg dulu kulit luarnya lalu jemur 3 minggu lalu dipotong. Kayu yàng terbuang karna ada matanya jd cuma 7 cm doang….!
andy
Jun 18, 2012
Jgn asal ngecap mas….. jabon itu biar ditutup”i tàpi bisnismasarakat luas mas…
Banyak or yg bs jd kaya……!
Oce Kojiro
Jun 18, 2012
@Ardha p
Trimakasih banyak atas share pengalamannya, sudah dari sananya kali ya yg namanya petani selalu menjadi bulan bulanan tengkulak, semoga anda atau siapapun yg memiliki penggergajian yg fair mau membeli kayu petani langsung dari kebun dg harga pantas. Tentunya bukan dari kebun tetangga, heheh
@Andi
Mungkin yang anda maksud dengan ‘pintar disini adalah kebalikannya, tolong koreksi jika saya salah mengartikannya.
Sepertinya kita sama sama ‘pintar, bahkan kamu lebih ‘pintar karena tidak menyimak dengan baik apa yg sy katakan, menurut kamu kulit kayu dibuang dahulu lalu dijemur dan dipotong sehingga kayu yang terbuang karena ada matanya cuma 7 cm saja, padahal kulit kayu yg sudah kamu buang itu kira kira 3 cm bahkan lebih,,, lalu ditambah 7 cm jadi berapa ?
Bukankah sama saja,,, malah bisa lebih dari 10 cm,,, apalagi pake dijemur 3 minggu, bisa tambah susut dan kering kerontang seperti ikan asin itu lho,,, hehe…
ardha primatopan
Jun 19, 2012
maaf silahkan kita diskusi damai, jangan panas. pengalaman kami namanya menebang kayu jabon itu tidak pakai yang namanya dijemur atau dikuliti di pohon biar susut,hehehe. malah menimbulkan blue stin(jamur biru ), apalagi siram air, akyak cuci motor ajah,heheheheheheh.
kemaren itu jabonnya ditebang, diangkut.kalau udah nyampai 1 truk / fuso langsung saja bawa ke pabrik.kagak pake acara mengupas dulu, yang mengupas pihak pabrik boss.
paling juga yang dikupas kulitnya, yang mulus diameter 35 cm up dibikin face and back (sisi depan dan belakang kayu lapis )
yang ada mata kayunya langsung aja dibikin (core /inti kayu lapis pak boss? sisa kulit atau kayu digunakan sbg bahan bakan boiler/pemanas/oven pengering)
kalaua da kesalahan mohon korksinya, jadi kalau yang ditebang dikeringkan dulu itu jati bukan jabon
aji santoso
Jun 20, 2012
BAPAK BAPAK DAN BOS BOS SEMUA……. JADI KESIMPULANNYA APA ?
APAKAH BISNIS JABON BENAR BISA MENJANJIKAN KEKAYAAN SEPERTI YANG DIIKLANKAN ATAU CUMA CARA LICIK UNTUK MENCRI INVESTOR SAJA ????
MOHON INFORMASINYA YA ! TQ
tubari
Jun 21, 2012
BAPAK BAPAK DAN BOS BOS SEMUA……. JADI KESIMPULANNYA APA ?
APAKAH BISNIS JABON BENAR BISA MENJANJIKAN KEKAYAAN SEPERTI YANG DIIKLANKAN ATAU CUMA CARA LICIK UNTUK MENCRI INVESTOR SAJA ????
MOHON INFORMASINYA YA ! TQ
saya jawab :
tergantung manusianya boss,,,,,
kalau manusianya jujur,,bisnis apapun bisa jujur,,,mau bisnis beras, ayam ,sapi, air dan sebagainya
jabon selalu jujur, yang tidak jujur manusianya
jabon selalu menguntungkan : yang bikin rugi adalah karena dosa dosa manusia itu sendiri.
jadi tetaplah menanam, karena menanam adalah
sedekah dan ibadah.
emas, bila digunakan sebagai tipuan bisa ,sebagai kejujuran bisa
kayak pisau, bisa buat membunuh, bisa buat memasak, kembali ke manusianya
man behind the gun!
ocekojiro
Jun 24, 2012
BAPAK BAPAK DAN BOS BOS SEMUA……. JADI KESIMPULANNYA APA ?
APAKAH BISNIS JABON BENAR BISA MENJANJIKAN KEKAYAAN SEPERTI YANG DIIKLANKAN ATAU CUMA CARA LICIK UNTUK MENCRI INVESTOR SAJA ????
MOHON INFORMASINYA YA ! TQ
Saya juga mau jawab dan sebelumnya saya ucapkan terimakasih buat mas Ardha Primatopan yang telqah mengingatkan untuk berdiskusi damai dan dg kepala dingin.
Menurut saya bisnis jabon itu hampir sama seperti bisnis bisnis lainnya, bisa menjadikan pelakunya kaya raya namun ada juga peluang untuk gagal. Dan sama seperti investasi lain pada umumnya,,, yang bisa meraih kesuksesan itu hanya beberapa persen saja sedangkan yang gagal dan kecewa bisa mencapai 90 %.
Biasanya untuk bisnis musiman seperti ini yang berhasil itu adalah yang sejak awal sudah start duluan, lalu dengan kelihayannya dia mengajak orang lain berinvestasi dengan membeli bibit darinya atau program investasi yg melibatkan usahanya baik tanahnya, pupuknya sampai benih dan perawatannya.
Dari beberapa link website yang dicantumkan di beberapa komentar diatas, sy melihat ada seorang pebisnis yg mengaku telah menjual bibit pada RATUSAN bahkan ribuan petani jabon yang menurut klaimnya semua bibitnya yg telah dijual kepada para petani itu dapat umbuh dengan baik. Logikanya,,, seharusnya saat ini sudah ada juga RATUSAN petani jabon yang telah menjadi milyader seperti dirinya.
Saya sepakat dengan mas Tubari yang mengedepankan kejujuran bagi pelakunya, terutama kejujuran dalam mengajak orang lain untuk ikut berinvestasi padahal uang yang dijadikan modal itu dapat dari pinjam.
Alih alih ingin jadi milyader,,, malah dikejar kejar hutang, hehe
Salam.
ardha primatopan
Jun 24, 2012
Salah satu penghambat niat seseorang untuk memulai bisnis dan menanam Jabon salah satunya adalah
faktor resiko. Faktor ini merupakan faktor dominan yang kerap menghambat, selain faktor lain yang
menjadi alasan klasik, seperti keterbatasan modal, kurangnya pengetahuan serta ilmu tentang bisnis
dan menanam Jabon itu sendiri. Adanya resiko inilah yang kemudian memicu munculnya rasa takut
untuk mulai melangkah masuk ke dunia bisnis penanaman Jabon.
Dengan kondisi ini, tidak ada salahnya sebelum mulai berbisnis, kita mengenal lebih dalam tentang
makna resiko. Pada dasarnya, antara RESIKO dan BERESIKO, memiliki makna yang berbeda. Resiko
sendiri terdiri dari dua unsur. Yang pertama resiko dimaknai sebagai besar kecilnya kemungkinan
terjadinya sesuatu. Unsur kedua adalah besar kecil akibat, yang bisa bermakna positif atau negatif.
Sementara Beresiko dimaknai sebagai sebuah kondisi yang muncul setelah kita menimbang resiko yang
akan dihadapi saat kita akan mengerjakan sesuatu. Arti secara harfiah adalah seberapa besar
kemungkinan yang muncul dari sebuah aktivitas dari sisi positif maupun negatif. Sehingga apabila
dalam sebuah perencanaan bisnis, resiko yang muncul tidak bisa kita terima hal tersebut berarti sebuah
bisnis dikategorikan beresiko.
Dalam sebuah contoh nyata perhitungan bisnis adalah bila sebuah bisnis dikatakan memiliki
perhitungan resiko 9:1. Hal ini diartikan dari 10 kali usaha bisnis, maka ada kemungkinan 9 kali
mengalami kegagalan dan 1 kali saja yang berhasil. Secara awam, mungkin kita akan mengatakan bisnis
tersebut beresiko sehingga tidak perlu dipilih.
Namun, dari sudut pandang lain ada sebuah pertimbangan tersendiri. Yaitu apabila peluang
keberhasilan yang hanya 1 kali tersebut, nilai keuntungannya lebih besar daripada nilai kerugian yang
diakibatkan 9 kali kegagalan. Jika perhitungan ini yang dikedepankan, maka bisa dikatakan bisnis
tersebut tidak beresiko, bahkan mampu bernilai positif. Yang perlu dikedepankan dalam kondisi ini
adalah cara kita mengelola sebuah bisnis, sehingga peluang yang hanya 1 kali tersebut bisa kita
optimalkan dan bukan sekedar dimaksimalkan.
Demikian pula dalam bisnis menanam pohon jabon . Ada konsep resiko dan beresiko sebagaimana jika
kita memilih jenis bisnis lainnya. Hanya saja, jika kita bisa mengelola resiko yang ada maka kita bisa
menjadikan bisnis menanam jabon ini beresiko minimalis.
Contoh kasus di sini adalah jika kita menanam Jabon dengan sistem sewa lahan. Di mana kebutuhan
modal sebesar 1 miliar rupiah, keseluruhannya didapatkan dengan menjual semua aset anda ditambah
dengan cara meminjam kepada rentenir kemudian anda bekerjasama dengan orang orang asing yang
tidak memiliki kapabilitas . Cara ini menimbulkan resiko jika dalam jangka waktu lima tahun kita tidak
bisa mengembalikan pinjaman berikut bunga. Di antaranya adalah adanya penyitaan harta benda,
hingga adanya ancaman keselamatan jiwa. Maka bisnis menanam Jabon dengan cara seperti ini bisa
dikatakan sangat beresiko bagi anda ,tapi hal ini tidak akan menjadikan resiko bagi BILL GATES yang
memiliki aset 50 miliar Dollar.
Lain halnya, jika kita menanam Jabon dengan menggunakan dana idle atau uang yang menganggur.
Bisa jadi pilihan bisnis menanam Jabon tidak beresiko . Sebab, perbandingan keuntungan dan
resikonya sangatlah jauh. Mengingat dari 1000 bibit yang kita tanam, sangatlah mustahil bila
keseluruhannya akan mati kecuali muncul bencana alam di luar perhitungan manusia seperti tsunami
atau gunung meletus. Sehingga, dengan cara seperti ini, perhitungan titik impas atau Return Of
Investment bisa diperhitungkan dan memperkirakan waktu balik modal.
Dalam sebuah perhitungan bisnis, semakin besar resiko maka hasil yang didapatkan akan semakin
besar. Sebaliknya, semakin kecil resiko yang muncul dalam sebuah bisnis, maka hasil yang akan
didapatkan pun semakin kecil. Dan dalam sebuah bisnis, yang paling utama bukan memperhatikan
seberapa besar nilai resiko yang akan muncul. Melainkan bagaimana cara kita mengelola sebuah resiko
sehingga menjadi kesempatan untuk mendapatkan hasil yang lebih besar.
Dari resiko yang muncul kita bisa memperhitungkan dengan siapa kemitraan sebuah bisnis akan dijalin,
siapa pihak yang diperkirakan bisa membantu kita serta cara apa yang paling efektif dalam mengelola
bisnis tersebut. Jika hal ini bisa ditemukan, maka resiko dalam sebuah bisnis niscaya akan selaras
dengan misi kekayaan yang kita inginkan.
Sebagaimana pesan dari guru dan mentor saya, Tung Desem Waringin. Bahwa tidak ada salahnya
untuk sering melakukan buka tutup perusahaan. Kondisi ini dilakukan jika sebuah bisnis dianggap tidak
menguntungkan, maka langsung tutup saja. Dan jika sebuah bisnis jabon akan berhasil maka segera
buka bisnis tersebut, karena nilai resiko yang muncul masih dalam batas penerimaan dan kemampuan
kita untuk mengatasinya. Dan yang paling utama adalah, nilai positif yang bisa didapat dari resiko
tersebut lebih besar.
Ucok
Jun 26, 2012
om..om…, bapak…bapak…, janganlah kita menghabiskan energi untuk hal2 seperti ini, jika mau memulai bisnis ya…tinggal cari buku panduan…baca…dan laksanakan sesuai tuntunannya, selanjutnya kita berdoa supaya apa yang sudah kita kerjakan mendapatkan ridho Nya…., ya kalo bisnis ya memang ada resiko termasuk rugi….., kalo promosi ya mesti bagus… seolah2 produk tsb tidak ada duanya…., sekarang tinggal kitanya mau pilih mana dan dalami lalu tentukan keputusan…itu aja sih…., kalo yang kita liat sisi positif insya Allah hasil akan positif, kalo yang kita lihat negatif ya jangan lakukan….he..he..he…, kalo saya terus terang sudah menanam ini namun saya juga tidak mau melihat keuntungannya secara membabi buta saja kita tetap harus realistis dengan biaya2 yang akan dikeluarkan dan standard kuantitas dan kualitas kayunya…., yang penting kita berusaha mencoba kalo untung syukur kalo gak ya udah tanem yang lain lagi….he…he…he…
B/R
Adry Hendra
ardha primatopan
Jun 28, 2012
hmm, bener juga pak ucok, tiap usaha pasti ada namanya resiko, siap tidak kita menerima keuntungan dan kerugiannya…
asal ikhlas kita tanam insyaallah sudah bernilai ibadah
investor
Aug 2, 2012
saya jadi bingung membaca tulisan dan diskusi ini… mas oce nih beneran apa ngibul?
“soalnya ayah saya sudah berinvestasi jabon sejak 5 tahun lalu di daerah Cariu saja sebanyak lebih dari 20 hektar dan 8 hektar diantaranya ditanam dilahan milik keluarga sedangkan sisanya sewa lahan dari penduduk setempat”
Artinya mas oce dah punya pohon jabon kira2=1000 x 20 = 20.000 (1 hektar=1000 pohon).
kalau 1 pohon ditawar 100.000 (yg menurut mas ardha sangat amat murah), tetap aja dapat uang 20.000 x 100.000 = Rp 2 Milyar…
Artinya sekarang udah milyarder dong mas???
Menurut mas oce:
“menurut kamu kulit kayu dibuang dahulu lalu dijemur dan dipotong sehingga kayu yang terbuang karena ada matanya cuma 7 cm saja, padahal kulit kayu yg sudah kamu buang itu kira kira 3 cm bahkan lebih,,, lalu ditambah 7 cm jadi berapa ?
Bukankah sama saja,,, malah bisa lebih dari 10 cm,,, apalagi pake dijemur 3 minggu, bisa tambah susut dan kering kerontang seperti ikan asin itu lho,,, hehe…”
menurut mas ardha:
“menebang kayu jabon itu tidak pakai yang namanya dijemur atau dikuliti di pohon biar susut,hehehe. malah menimbulkan blue stin(jamur biru )”
jadi mana yang tahu bener, mana yang sekedar sok tahu??
Bingung mau invest…..
Oce Kojiro
Aug 3, 2012
@Investor
Saya tidak ngibul mas,,, 20 hektar itu baru milik ayah dan kakak kandung sy saja, jika ditambah milik kerabat sy bisa lebih dari 40 hektar, tetapi memang bukan hanya pohon jabon sj, ada sengon, nangkadak, leci dll.
Saya tidak faham dg cara pemotongan maupun penggunaan kayunya hanya sj sy kecewa karena tidak bisa menjadi milyader seperti yg diiklankan oleh penjual2 bibit maupun mereka yg menawarkan investasi ini.
Tulisan ini sebenarnya untuk mengingatkan mereka yg mau terjun ke bisnis jabon apalagi dengan menggunakan uang pinjaman atau hasil menjual rumah/tanah sehingga tidak kecewa jika nanti tidak ada yg mau membeli kayu jabon dg harga ‘pantas.
Jadi,,, tidak aneh jika mereka yg marah dan komplain pd tulisan sy ini adalah penjual2 bibit maupun mereka yg menawarkan kerjasama bagihasil atau investasi yang tidak ingin pelanggannya berkurang.
Dan kenyataanya, menjual kayu jabon tidak seperti menjual kacang goreng,,, jika ada yg menggambarkan dengan begitu mudahnya menjual berapapun banyaknya dg harga selangit,,, lagi mimpi disiang bolong dia.
Sebelum menanam, coba saja anda datangi produsen2 kayu lapis untuk pasar ekspor dan tanyakan apakah benar mereka mau menggunakan kayu jabon untuk produksi mereka seperti yang diiklankan oleh para penjual bibit.
Pasar amerika dan eropa itu selektif sekali mas, jika kayu yg bolong2 dan jelek ditaru dilapisan dalam, kemudian yg bagus untuk lapisan luar atau face dan back, apa dipikir mereka tidak tahu hal hal sepele seperti itu?
Tambah binggung kan??? hehe…
investor
Aug 4, 2012
bagaimana dengan sengon? apakah juga hanya boombastis seperti jabon? karena saya masih perlu banyak referensi.. Ada yang klaim 1 hektar bisa ditanami 3000 sengon..klu harga 1 pohon umur 5 tahun rata2 300.000 berarti sudah mendekati 1 M untuk 1 hektarnya…
trims
ardha primatopan
Aug 8, 2012
hasil jabon realistisnya dalam 6 tahun, sekitar 120 sd 200 juta, untuk 11oo an pohon, insyaallah
kalau anda punya kayu jabon silahkan hubungi saya..kami tampung berapapun
ardha primatopan
081328519551
ds sempu, kec sukorejo, kab kendal
rt2 rw 01
pin bb 3271c35b
email jabonjawa18@gmail.com
http://www.bibitjabon.web.id/2011/04/beli-log-jabon.html
ardha primatopan
Aug 8, 2012
Itulah sebabnya industri berskala besar dengan pangsa pasar ekspor seperti kayu lapis, sumpit sampai tusuk gigi menolak menggunakan kayu ini.
menolak iya..kalau kayunya busuk mas bro…anda ini aneh,,apa anda pernah memegang kayu jabon atau menjual kayu jabon? kayu jabon sangat bagus bro…dirumah saya dibuat furniture bagus,,dibuat kayu lapis juga ndak klah sama sengon, maaf kalau anda kami koreksi……….
ini tak ksih harganya
http://www.jabonkendal.com/beli-kayu-jabon
Oce Kojiro
Aug 8, 2012
@Investor
Sengon sudah lebih lama ditanam bahkan banyak yg tumbuh sendiri di pekarangan warga.
Meskipun kayunya berkualitas rendah,,, tetapi sengon lebih realistis karena semua orang sudah tahu dan tidak ada yg mau membodoh bodohi orang lain dg investasi milyaran karena orang pasti tidak akan percaya.
@Ardha Primatophan
Tidak seperti banyak pedagang/penjual bibir /penyedia investasi yg menawarkan keuntungan milyaran untuk setiap hektarnya,,, saya sangat salut dengan anda yang berani memunculkan kisaran keuntungan yg berkisar antara 120 sampai 200 juta dalam 6 tahun, sedikit realistis dan tidak terlalu muluk, itupun jika semua pohonnya tumbuh dg baik dan tidak ada masalah dg pemilik lahan yg disewa atau sederet permasalahan yg timbul dimana ada uang besar disana.
Untuk industri berskala kecil maupun pangsa dalam negeri memang masih ada yang mau kayu jabon seperti anda, tetapi kita kembali harus realistis.
Para pengusaha raksasa dg pasar ekspor pastilah sudah lebih dahulu memikirkan usaha mereka dari hulu sampai hilir termasuk mereka sudah punya perkebunan sendiri atau HPH dikalimantan/papua yg ribuan hektar,,, mana mungkin mereka mau direpotkan membeli dari petani yg cuma 10-20 hektar atau mungkin cuma satu hektar dg kualitas yg juga tidak jelas.
Dan yg lebih penting,,, jika jabon itu memang benar2 boombastis, maka para pengusaha yg memiliki jaringan luas dan informasi yg lebih hebat dari pada kita kita karena kekuatan uang mereka,,, pastilah sudah LEBIH DAHULU menanam jabon bahkan menguasai dan memonopoli sektor pembibitannya. Itu pasti,,, karena kita tahu lah betapa rakusnya para pengusaha2 kayu yg kadang menghalalkan segala cara untuk kepentingannya sendiri.
Oce Kojiro
Aug 8, 2012
Oya, saya bukannya aneh mas Ardha,,, sepertinya selera kita memang sudah berbeda dari awal, hehehe…
Jangankan kayu jabon, kayu jati yang masih muda saja saya sangat tidak suka jika dibuat furnitur karena kualitasnya tidak akan sebaik kayu jati yang sudah tua. Sedangkan jika menurut anda kayu jabon itu bagus untuk furnitur ya,,, itu selera anda.
Jadi,,, saya tidak alergi dalam menerima koreksi yang membangun.
Salam.
JACK
Sep 1, 2012
To. Pak ARDHA P,
Sy Baru punya niat untuk investasi jabon dan beli bibit pada Bapak, Namun beberapa coment Pak ardha Buat sy Bingung dan kembali berpikir ulang, pada komen pertama Bapak Bilang Sebagai Berikut :
KOMENTAR I
ARDHA PRIMATHOPAN
kami siap beli kayu jabon
harga terlampir
DAFTAR HARGA PEMBELIAN KAYU SENGON / KAYU JABON
PANJANG DIAMETER HARGA KETERANGAN
p.130 cm 16-18cm Rp.460rb 1. Harga tsb sampai pabrik
2. Pembayaran cash setelah grade dan bap penyerahan barang
19-24 cm Rp.680rb
25 up Rp.760rb
p.260cm 25-29cm Rp.790rb
30-39 cm Rp.900 rb
40-49 cm Rp.980 rb
50 cm up Rp.1140 rb
NB : PER MEI 2012 HARGA NAIK 10-20 RB PER KUBIK
KOMENTAR 2
ardha primatopan
maaf sekedar share pengalaman. kami kemaren mebeli kayu jabon dari daerah jawa timur 1 truk isi 7 kubik berdiameter 40 cm up, kami terima dengan harga 1 juta per kubik atau total 7 juta per truk, menurut pemiliknya ini berasal dari 4 pohon. setelah dipotong ongkos angkutan balen (istilahnya truk habis kirim ke jatim,pulangnya daripada kosong bawa kayu ) 1 juta, dan biaya tebang 70 rb per kubik dan biaya skau dana dm 200 rb, ongkosnya 1,9 juta
jadi hasil bersih 4 pohon ini 7 juta-1,9 juta = 5,1 juta untuk 4 batang pohon, atau dirata rata sekitar 1,2 juta rupiah per pohon, jadi kalau ada diameter 60 cm dibayar 100 rb……
hormat kami
ardha primatopan
081328519551
ds sempu, kec sukorejo, kab kendal
rt2 rw 01
pin bb 3271c35b
email jabonjawa18@gmail.com
NAMUN PADA KOMENTAR KE 3 BAPAK BILANG
ARDHA :hasil jabon realistisnya dalam 6 tahun, sekitar 120 sd 200 juta, untuk 11oo an pohon, insyaallah
kalau anda punya kayu jabon silahkan hubungi saya..kami tampung berapapun
ardha primatopan
081328519551
ds sempu, kec sukorejo, kab kendal
rt2 rw 01
pin bb 3271c35b
email jabonjawa18@gmail.com
KENAPA BISA BEGINI, BUKAN KAH BERDASARKAN KOMENTAR I DAN II, DARI HASIL 1000 POHON DAPAT KITA HITUNG DAPAT MENGHASILKAN UANG YANG JAUH LEBIH BESAR, MENGAPA PADA KOMENT KE 3 HANYA 120-200JT? MOHON PENJELASANYA, DAN TUK MAS OCE, JUGA MHN JUGA TANGGAPAN ANDA BERAPA KIRA2 REASLISTISNYA TERIMA KASIH SEBELUMNYA….
Oce Kojiro
Sep 3, 2012
@Jack
Pertanyaan ini yg sebenarnya sy tunggu sejak awal,,, karena bisa dibilang sy adalah salah seorang pelaku investasi jenis ini meskipun sy tidak mengurus secara langsung penanaman serta perawatan kebun2 milik keluarga yg mayoritas tahun ini sudah memasuki tahun ke 5 bahkan untuk kebun2 awal sudah lebih dari 6 tahun.
Satu kebun berisi 1100 pohon (Jika beruntung) hanya akan menghasilkan 80-100 juta saja dengan catatan lahan adalah tanah milik pribadi dan bukan ‘sewa dari pihak ketiga. ITUPUN TIDAK BERLAKU KELIPATANNYA.
Maksudnya adalah,,, jika satu hektar bisa dapat 100 juta, berarti kalau 10 hektar bisa dapat 1 milyar,,, tidak seperti itu !!
Jika anda siap untuk tetap berinvestasi dg hasil seperti itu,,, silahkan baca tulisan sy tentang memilih bibit jabon.
Trims.
jack
Sep 4, 2012
OH, gitu mas oce, mksh mas… berarti kalo tempat saya jauh dari t4 jual, mgkin hanya habis untuk sewa truk saja, karena sewa truk dr t4 saya ke t4 penjualan sekitar 3 jt s/d 4 jt per truk yg hanya muat beberapa batang saja pohon jabon…
mksh, artikel anda masuk akal dan bisa membuka wawasan bagi yg belum terlanjur invest jabon untuk lebih menghitung dan mempelejari lagi investasi jabon ini lebih detail,
Budiman
Sep 8, 2012
Kebetulan sudah dari sekitar 3 bulan lalu saya berencana menanami lahan rekan saya di Serang, Banten dengan pohon jabon.
Saudara2 mungkin bisa memberikan saya masukan, apakah lokasi penanaman di Banten itu layak,mengingat sepertinya pabrik2 kayu lapis letaknya di sekitaran Jawa Tengah.
Apakah di Banten /Tangerang ada pabrik kayu lapis yang berpotensi menampung hasil kayu jabon?
Apakah kayu jabon bisa dimanfaatkan untuk industri kertas juga?
Untuk Mas Ardha, di website http://www.jabonkendal.com/beli-kayu-jabon ada tabel harga pembelian kayu jabon, apakah itu harga per batang dengan diameter dan panjang yang disebutkan atau per meter kubik?
Apakah harga tersebut berlaku di seluruh Indonesia?
Terima kasih sebelumnya dan semoga saudara2 bisa berbagi ilmu kepada saya yang masih awam.
ardha primatopan
Sep 11, 2012
@mas budiman…harga berlaku di pabrik kami di temanggung dan kendal, diluar itu kami kurang tahu.
harga tersebut per kubik.bukan per batang
@mas jack…
bener kata pak oce,,,,dalam 1000 pohon kan ada yang besar atau yang kecil, pengalaman kami panen jabon,,,,,,,ada yang laku 1 juta per pohon, ada yang 100 ribu, ada yang 50 rb, jadi gak bisa digeneralisir, karena ada yang besar dan kcil dan tumbuh gak merata
Budiman
Sep 12, 2012
@mas ardha
jadi andaikan pabrik mas ardha setuju untuk membeli hasil panen kayu jabon, saya sendiri yg harus mengatur transportasi, penebangan, dll?
tolong beri gambaran kira2 total biaya2 tersebut di atas berapa persen dari harga jual yang tercantum di website mas ardha.
ardha primatopan
Sep 13, 2012
mas budiman yth, cara terbaik untuk mngetahuindan akurat adalah praktek, anda tebang, anda potong, anda bawa ketempat kami.
Kalau diatas kertas tidak akan akurat
LIBIA
Sep 28, 2012
Menarik sekali diskusinya, pak Oce nanti jual jabonnya ke tempatnya pak Arda. Terus berikan comment lagi di sini.
Oce Kojiro
Sep 28, 2012
@Libia
Wah,,, bisa runyam jika sy kirim ke Kendal mas.
Dari Cariu / Jonggol tidak ada truk barang ‘kosong yg bisa kita sewa asal ada sedikit uang rokok buat sopir/kernet, paling tidak biaya transportnya sampai 1,5 juta padahal isinya hanya 4-5 pohon yg satu pohonnya cuma seharga 100-200ribu.
Belum lagi nebangnya,,, motongnya,,, membawanya sampai pinggir jalan, padahal kebunnya ada dilembah seberang kali dan sampai tetekbengek jatah aparat desa jatah preman sampai sumbangan masjid kampung dll.
ardha p
Sep 29, 2012
ngakak,,,,,hahahahhah…kalau 1 truk muat 11 kubik pak, kalau fuso muat 27 kubik, kemaren temen dari jonggol kirim ke semarang pake fuso, biayanya 3;5 juta..
Eh lucu banget..4-5 pohon bisa 1 truk, berarti 1 pohon 2 kubik ukuran diametr 50cm..1 pohon sampai pabrik 2 juta laku lho pak……kok 100 rb..bawa aja ketempat saya…saya bayar 1, 2 jt per kubik untuk potongan diameter 40 cm panjang 260 cm…masih untung kok…ditempat saya jabon diameter 50 cm tinggi 15 meter laku 2 jutaan lo pak,,dibikin kaso dan papan aja jadi banyak…
Oce Kojiro
Sep 29, 2012
@Ardha
Kenyataannya,,, harga yg ditawarkan para pedagang di jonggol maksimal hanya 300 ribu perpohon, itupun yg diatas 50cm alias tebang pilih. Padahal dalam satu kebun yg berdiameter 50 cm hanya beberapa batang saja selebihnya rata rata 30-40cm.
Oya, memang yg sy belum pernah mencobanya dan yg sy maksud dg truk itu cuma colt diesel armada Gumi**ng Jaya pembawa kelapa dari banyumas/kroya, mereka cm sanggup satu minggu 3-5 armada yang menurut mereka kira kira muat 4-5 pohon per truknya.
ardha p
Sep 29, 2012
berarti…itu kasus khusus..ditempat saya laku 2 juta,,ditempat anda 400 rb….sama donk kayak mangga probolinggo kalau dijual di indonesia per kg 20 rb…di tokyoer kg sekitar 5000 yen
ardha p
Oct 1, 2012
sedangkan mas ardha juga ngotot mempertahankan kebohongan d kelicikannya demi mencari korban lebih banyak lagi.
Betul kata pa oce jika mas ardha mengaku telah menjual bibitnya pada ratusan petani,, harusnya saat ini juga sudah ada ratusan petani y jadi milyader…… bohong boleh aja,,,tapi jangan kelewatan!!!!k
yang beli dari saya ada ratusan, tapi belinya dikit dikit mas, yang beli ribuan gak banyak kok baru 2 tahun ya belum panen…
maksud saya di iklan saya, ratusan orang yang beli benih dan berhasil membenihkan jadi masih tahapan berhasil memijahkan benih jabon.belum panen lha wong baru 2 tahun mas/mbak…….
lha wongs aya bikin asumsi juga realistis kok mboten…nuwun sewu mas adi, kalau anda gentle sebutkan dong nama alamat lengkap,jadi bisa sekalian knalan.
la kalau cuma beli 100 batang terus dibiarin apa bisa jadi milliarder, sampeyan kok nglucu,heheheh…
aji
Sep 29, 2012
Menyimak komentar d diskusinya cukup menarik juga….. tapi ampe botak juga tdk akan kelar.
Pa oce terus mempertahankan alibinya walau penuh kesinisan d sakit hati d pesimis sedangkan mas ardha juga ngotot mempertahankan kebohongan d kelicikannya demi mencari korban lebih banyak lagi.
Betul kata pa oce jika mas ardha mengaku telah menjual bibitnya pada ratusan petani,, harusnya saat ini juga sudah ada ratusan petani y jadi milyader…… bohong boleh aja,,,tapi jangan kelewatan!!!!k
ardha p
Sep 29, 2012
analisa menurut pak oce 1 truk 5 pohon diameter 40 cm, total 10 kubik atau 2 kubik per pohon.
kta bedah? harga jabon panjang 260 diameter 40 cm terima di temanggung 1,1 juta per kubik.
jadi taruhlah dapat 1 truk 10 kubik x 1 juta sajalah : 10 juta…
harga di pak oce 300 rb x 5 pohon : 1,5 juta
biaya tebang angkut kedalam truk sekitar 100 sd 150 rb per kubik x 10 kubik : 1,5 juta
biaya angkut taruhlah 2 juta per 10 kubik sd temanggung.
total modal 1,5 + 1,5 + 2 : 5 juta
sampai temanggung dapat uang 10 juta
keuntungan pedagang 5 juta.
kalau pak oce mau tebang sendiri kirim sendiri untung anda 5 juta mas bro,
kalau mau muat banyak pakai saja truk long…bisa 27 kubik
tarif 3,5 sd 4 jutaan.nanti tak beri cp ekpedisinya,
sudah jelas dan transparan kan…….
ardha p
Oct 1, 2012
mas aji yth, kalau anda gentle tunjukkan identitas anda dengan jelas. .
lha wong saya menjual bibit baru sekitar 2 tahun ini karena sebelumnya kami hanya menanam.
saat ini yang beli bibit dari saya memang ratusan bahkan ribuan orang, tapi saat ini di usia 2 tahun tentu saja belum panen mas, dan kalaupun yang tanam banyak, belum tentu semua itu dirawat, lha wong banyak juga yang tanam misal 5 ribu bibit asal ditanam kemudian dibiarkan, tentu saja mati total.
contoh ada salah satu lembaga pesan bibit untuk proyek ratusan ribu, tapi karena tidak dirawat akhirnya yang mati banyak bahkan hanya tinggal 10 persen.
tapi baru 2 tahun ini kami menjual bibit, saya harga pendapat anda, tapi tunjukkan jati diri anda, kebohongan hanya akan mendatangkan malapetaka.
mas adi yth, kalau anda gentle dan ksatria , jangan asal main hujat, tunjukkan jati diri anda kalau memang anda ini berakhlak mulia.
ardha primatopan
081328519551
ds sempu, kec sukorejo, kab kendal
rt2 rw 01
pin bb 3271c35b
email jabonjawa18@gmail.com
terimakasih dan wassalam
ardha p
Oct 15, 2012
satu lagi, kami ditawari kayu jabon sudah 50 x lebih
tapi yang serius mau ketemu kami dikantor atau datang bawa kayunya baru 3 x.
kenapa?
PO dan dp juga kadang kami kirim tapi tidak datang kayunya?
sekarang yang nipu siapa?
kalau memang serius anda punya kayunya silahkan datang, kami terima baik baik.
ardha primatopan
081328519551
ds sempu, kec sukorejo, kab kendal
rt2 rw 01
pin bb 3271c35b
email jabonjawa18@gmail.com
terimakasih dan wassalam
adri
Oct 25, 2012
luar biasa gagah berani bung arda! hebat