Beberapa tahun belakangan ini investasi dibidang perkayuan Jabon sangat populer sekali karena konon pertumbuhan pohon kayu yang memiliki nama latin Anthocephalus cadamba  ini sangat cepat pertumbuhannya dibandingkan dengan kayu keras lainnya termasuk bila dibandingkan dengan kayu sengon (albasia). Jabon juga tergolong tumbuhan pionir seperti pohon sengon, ia juga dapat tumbuh di tanah yang liat, tanah lempung podsolik cokelat, atau tanah berpasir maupun berbatu. Sejauh ini pohon jabon kabarnya juga bebas serangan hama dan penyakit, termasuk karat tumor yang kini banyak menyerang pohon sengon, sehingga kepopulerannya banyak menarik minat dari masyarakat luas untuk berinvestasi sekaligus menjalankan gerakan penghijauan.

Ribuan pemain baru di berbagai daerah mulai berkutat dengan tanah becek berlumpur serta kotoran ternak sebagai pupuk alami untuk melakukan pembibitan yang ternyata cukup mudah untuk dilakukan karena memang tanpa perlakuan khususpun benih pohon jabon akan dapat tumbuh dengan mudah pada segala macam kondisi tanah di negeri ini. Dan Ribuan orang lainnya yang tidak ingin repot menanam benih dari biji lebih memilih membeli bibit yang sudah siap tanam untuk ditanam dilahan lahan perkebunan baik milik perusahaan maupun milik perorangan.

Tidak sampai disitu, mereka yang tidak memiliki kebun dan tanah untuk ditanami pun masih bisa berinvestasi dengan cara menyewa lahan dari masyarakat di daerah daerah yang masih kosong maupun yang sudah cukup padat seperti pinggiran kota kota besar di pulau Jawa dan Sumatera.

Tidak hanya para petani atau mereka yang biasa bekerja dikebun dan sawah saja yang mencoba peruntungan dari pohon yang konon bisa dipanen dalam waktu 5-6 tahun ini, namun hampir semua kalangan termasuk mahasiswa dan pedagang pun banyak yang tergiur untuk berinvestasi jangka panjang ini karena memang investasi ini menawarkan keuntungan yang luar biasa besarnya dengan modal yang bisa dibilang sangat sedikit sekali.

kepopuleran investasi jabon pun membuat banyak sahabat dan teman teman saya bahkan kerabat dan famili saya untuk mencoba peruntungannya pada tanaman yang konon tidak perlu lagi membutuhkan perawatan khusus setelah satu tahun itu. Dari membeli berhektar hektar tanah di daerah Cariu, Sentul dan Sukabumi bagi yang memiliki modal kuat sampai ada yang hanya menyewa lahan dari penduduk disekitar Bogor dan bukit Hambalang yang belakangan ini lagi naik daun karena sedang dibangun Sport Center itu.

Aku jadi teringat akan kepopuleran “Gelombang Cinta” dari tanaman Anthorium beberapa tahun silam yang banyak meninggalkan kepedihan bagi ribuan bahkan jutaan orang dinegeri ini, karena rupa rupanya salah seorang kerabatku bersama beberapa orang sahabatnya yang sudah memiliki beberapa hektar kebun jabon usia 6 tahun sudah mulai frustasi karena selalu ditolak mentah mentah oleh beberapa pabrik pengolahan kayu lapis yang ada di Tanggerang dan beberapa daerah lain seperti di Temanggung Jawa Tengah bahkan di kalimantan Timur.

Menurut pengelola beberapa pabrik pengolahan kayu lapis, kayu jabon tidak bisa dijadikan bahan baku untuk pembuatan multiplek maupun Plywood karena kayu pohon jabon banyak memiliki mata bekas percabangan  yang rontok dengan sendirinya seiring semakin besarnya pohon tersebut. Tidak sampai disitu, serat kayu jabon pun terlalu halus dan rapuh sehingga kayu tersebut tidak layak untuk dijadikan bahan pembuat furniture apalagi untuk bahan membangun rumah.
Dan diam diam,,, sudah banyak mereka yang melakukan investasi jabon ini yang merasa gundah  serta ketar ketir hatinya membayangkan investasi besarnya akan gagal, bahkan banyak pula yang sudah menawarkan berhektar hektar kebun usia 2-3 tahun milik mereka untuk dijual dengan harga yang sangat murah, namun tidak ada yang mau membelinya.

Ya, selama ini kita hanya mau mendengar kelebihan kelebihannya saja sedangkan menutup telinga dan hati kita ketika diberitahu tentang kekurangannya, padahal sudah menjadi hukum alam bahwa segala suatu itu selain memiliki kelebihan pasti juga memiliki kekurangan tak terkecuali Pohon Jabon.

Wassalam.

VN:F [1.9.22_1171]
Rate Artikel Ini
Rating: 4.5/5 (2 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)
Sisi Kiri Investasi Jabon, 4.5 out of 5 based on 2 ratings

Tentang Penulis : Oce Kojiro

Aku adalah angin ... Selalu ada dalam tiada. Sesekali kugelitik pucuk pucuk cemara, atau sekedar bercanda menjatuhkan dedaunan kering.